Sabtu, 13 Oktober 2018

Audit TI


MAKALAH AUDIT TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI
DOSEN : BUDI SETIAWAN





DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 5
           
-          IMRON SATRIA                                         ( 13115324 )
-          RANGGA BAYU WIJOYO                         
-          STEPHANNIE TJANDRA                         ( 16115684 )


SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2017/2018










      Audit Teknologi Informasi

  1. Definisi



        Audit Teknologi Informasi adalah sebuah kontrol manajemen dalam sebuah teknologi informasi (TI) yang digunakan untuk menjaga data, integritas data dan beroperasi secara efektif untuk mencapai sebuah tujuan dalam sebuah manajemen organisasi. Audit TI pada umumnya disebut sebagai “Pengolahan Data Otomatis (ADP) Audit”.

Konsep audit IT dibentuk pada pertengahan 1960-an. Pada saatu itu, audit IT telah mengalami banyak perubahan dan penggabungan dari teknologi yang lainnya. Saat ini, opini tentang audit IT terus meningkat, karena peran audit IT yang sangat besar. Salah satunya mengaudit sistem penting untuk mendukung audit keuangan atau mendukung peraturan khusus, semisal SOX.


     2. Prinsip - prinsip Audit TI
  • Ketepatan waktu, Proses dan pemrograman akan terus menerus diperiksa untuk mengurangi resiko, kesalahan dan kelemahan, tetapi masih sejalan dengan analisis kekuatan dan fungsional dengan aplikasi serupa.
  • Sumber Keterbukaan, Membutuhkan referensi tentang audit program yang telah dienskripsi, seperti penanganan open source.
  • Elaborateness, Proses Audit harus berorientasi ke standar minimum. Kebutuhan pengetahuan khusus di satu sisi untuk dapat membaca kode pemrograman tentang prosedur yang telah di enskripsi. Komitmen seseorang sebagai auditor adalah kualitas, skala dan efektivitas.
  • Konteks Keuangan, transparansi berkelanjutan membutuhan klarifikasi apakah perangkat lunak telah dikembangkan secara komersial dan didanai.
  • Referensi Ilmiah Perspektif Belajar, setiap audit harus menjelaskan temuan secara rinci. Seorang auditor berperan sebagai mentor, dan auditor dianggap sebagai bagian dari PDCA = Plan-Do-Check-Act).
  • Sastra-Inklusi, Seorang pembaca tidak boleh hanya mengandalkan hasil dari satu review, tetapi juga menilai menurut loop dari sistem manajemen. Maka dalam manajemen membutuhkan reviewer untuk menganalisa masalah lebih lanjut.
  • Pencantuman buku petunjuk dan dokumentasi, langkah selanjutnya adalah melakukan hal tersebut, baik secara manual dan dokumentasi teknis.
  • Mengidentifikasi referensi untuk inovasi, Aplikasi yang memungkinkan pesan offline dan kontak online, sehingga membutuhkan lebih dari 2 fungsi dalam satu aplikasi.

            3.    Personaliti

                   The CISM dan CAP Kredensial adalah dua kredensial keamanan audit terbaru yang 
           ditawarkan oleh ISACA dan ISC.

           Sertifikat Professional
  • Certified Information Systems Auditor (CISA)
  • Certified Internal Auditor (CIA)
  • Certified in Risk and Information Systems Control (CRISC)
  • Certification and Accreditation Professional (CAP)
  • Certified Computer Professional (CCP)
  • Certified Information Privacy Professional (CIPP)
  • Certified Information Systems Security Professional (CISSP)
  • Certified Information Security Manager (CISM)
  • Certified Public Accountant (CPA)
  • Certified Internal Controls Auditor (CICA)
  • Forensics Certified Public Accountant (FCPA)
  • Certified Fraud Examiner (CFE)
  • Certified Forensic Accountant (CrFA)
  • Certified Commercial Professional Accountant (CCPA)
  • Certified Accounts Executive (CEA)
  • Certified Professional Internal Auditor (CPIA)
  • Certified Professional Management Auditor (CPMA)
  • Chartered Accountant (CA)
  • Chartered Certified Accountant (ACCA/FCCA)
  • GIAC Certified System & Network Auditor (GSNA)[11]
  • Certified Information Technology Professional (CITP)
  • Certified e-Forensic Accounting Professional] (CFAP)
  • Certified ERP Audit Professional (CEAP)



            4.    Manfaat

A. Manfaat pada saat Implementasi (Pre-Implementation Review)

     1. Institusi dapat mengetahui apakah sistem yang telah dibuat sesuai dengan kebutuhan 
         ataupun memenuhi acceptance criteria.
     2. Mengetahui apakah pemakai telah siap menggunakan sistem tersebut.
     3. Mengetahui apakah outcome sesuai dengan harapan manajemen.

B. Manfaat setelah sistem live (Post-Implementation Review)

    1. Institusi mendapat masukan atas risiko-risiko yang masih yang masih ada dan saran untuk 
        penanganannya.
    2. Masukan-masukan tersebut dimasukkan dalam agenda penyempurnaan sistem, perencanaan 
        strategis, dan anggaran pada periode berikutnya.
    3. Bahan untuk perencanaan strategis dan rencana anggaran di masa mendatang.
    4. Memberikan reasonable assurance bahwa sistem informasi telah sesuai dengan kebijakan 
        atau prosedur yang telah ditetapkan.
    5. Membantu memastikan bahwa jejak pemeriksaan (audit trail) telah diaktifkan dan dapat 
        digunakan oleh manajemen, auditor maupun pihak lain yang berwewenang melakukan 
        pemeriksaan.
           6. Membantu dalam penilaian apakah initial proposed values telah terealisasi dan saran tindak lanjutnya.


 5. Tujuan Audit TI
            Untuk mengevaluasi desain pengendalian internal sistem dan efektivitas. Tidak terbatas pada pada efisiensi dan keamanan protokol, proses pengembangan, dan tata kelola TI. Instalasi kontrol sangat diperlukan, tetapi perlu adanya keamanan protokol yang memadai agar tidak ada pelanggaran keamanan. Dalam lingkungan Sistem Informasi (SI), audit adalah pemeriksaan sistem informasi, input, output, dan pengolahan.

Fungsi utama audit TI ini adalah mengevaluasi sistem untuk menjaga keamanan data organisasi. Audit TI bertujuan untuk mengevaluasi dan menilai resiko untuk menjaga aset berharga dan menetapkan metode untuk meminimalkan resiko tersebut.



6. Proses

    Berikut adalah langkah-langkah dalam melakukan Audit Teknologi Informasi.
  1. Melakukan perencanaan audit
  2. Mempelajari aset-aset teknologi informasi yang ada di organisasi dan Mengevaluasi Kontrol
  3. Melakukan pengujian dan evaluasi kontrol
  4. Melakukan pelaporan
  5. Mengikuti perkembangan evaluasi pelaporan
  6. Membuat Dokumen Laporan


7. Jenis Audit TI

Menurut Goodman and Lawles, ada tiga pendekatan yang sistematis untuk melakukan audit TI, yaitu :

1. Teknologi proses inovasi audit, menentukan sebuah resiko dalam membangun proyek-proyek baik baru maupun lama. Audit akan menilai seberapa besar pengalaman perusahaan dalam memasarkan produk dan menilai teknologi yang dipakai oleh perusahaan.
·         
   2. Perbandingan Audit inovatif, Kemampuan analisis tentang inovatis perusahaan yang di-audit, dibandingkan dengan pesaingnya. Hal ini melakukan pemeriksaan pada fasilitas penelitian dan pengembangan perusahaan.

      3. Audit teknologi posisi, audit ini melakukan pemeriksaan tentang teknologi bisnis yang perlu dibenahi.
Pada umumnya audit TI terdiri dari lima spektrum, yaitu :
  • Sistem dan Aplikasi, untuk memverifikasi bahwa sistem dan aplikasi yang tepat dan cepat untuk untuk memastikan data valid, terpercaya dan aman dalam meng-input lalu output. Audit pada jenis ini membantu fokus auditor keuangan.
  • Informasi dan Fasilitas Pengolahan, memverifikasi fasilitas pengolahan untuk memastikan pengolahan yang tepat dan cepat dalam kondisi normal berpotensi tertekan.
  • Pengembangan Sistem, untuk memverifikasi bahwa sistem dalam keadaan sedang dikembangkan untuk memenuhi tujuan organisasi dan memenuhi syarat perkembangan sistem.
  • Manajemen TI dan Enterprise Architecture, untuk memverifikasi sistem dalam keadaan telah berkembang dan dalam lingkungan yang terkendali dan efisien untuk pengolahan informasi.
  • Client / Server, Telekomunikasi, Intranet, dan Ekstranet, memverifikasi telekomunikasi antara klien dan server telah terhubungkan.







ref :